07 February 2013

Keuntungan dan Kerugian Gaya Gesek

Gaya gesekan ada yang menguntungkan namun ada pula yang merugikan. Contoh gaya gesek yang menguntungkan misalnya; dengan adanya gaya gesekan antara kaki dengan lantai membuat orang yang berjalan tidak mengalami slip/tergelincir, atau dalam olah raga panjat tebing orang diuntungkan dengan adanya gaya gesekan antara kaki dan dinding, demikian juga gaya gesekan antara roda dengan permukaan jalan membuat kendaraan dapat bergeser. Gaya gesekan antara ujung ballpoint dengan kertas berguna karena dapat membuat tinta keluar di kertas. Berbagai macam rem pada kendaraan prinsipnya juga menggunakan gaya gesekan.

Sedangkan gaya gesek yang merugikan misalnya; dalam mendorong bendabenda di lantai terasa berat, putaran as pada berbagai mesin terhambat karena adanya gaya gesekan antara as dengan porosnya. Oleh karena itu pemindahan barang-barang berat dibantu dengan sistem roda atau bantalan silinder.

Gesekan antara roda kereta dengan rel menghambat laju kereta, sehingga di luar negeri banyak dikembangkan kereta listrik berbantalan magnetik dengan rel tunggal. Artinya rel dengan roda/bodi kereta mengasilkan kutub-kutub magnet yang tidak senama, sehingga pada saat kereta melaju tidak ada sentuhan atau kontak antara rel dan bodi kereta. Dengan demikian gaya gesekan dapat dikurangi.

Gaya gesekan tidak hanya terdapat di permukaan rata seperti lantai, meja, jalan, tetapi benda-benda yang bergerak di sepanjang permukaan lengkung juga mengalami gaya gesekan.
Selanjutnya...

Gaya Gesek Pada Berbagai Bidang

Seorang gadis kecil yang menarik kereta mainan yang di atasnya berpenumpang sebuah boneka, mendapati kereta tersebut menggeser di lantai tidak sringan yang diharapkannya karena adanya gaya gesekan.

Gaya gesekan atau dalam bahasa Inggris friction sering disingkat dengan f, adalah gaya yang bekerja pada sebuah benda ketika benda tersebut bergeser atau sedang berusaha bergeser. Ada dua jenis gaya gesekan, yaitu gaya gesekan kinetis dan gaya gesekan statis.

Gaya gesekan kinetis adalah gaya gesekan yang timbul pada saat benda sedang bergeser, sedangkan gaya gesekan statis adalah gaya gesekan dimana benda sedang berusaha untuk bergeser (tetapi belum bergeser).

Apabila gaya dorong yang diberikan pada benda posisi gaya normal N masih tepat di atas gaya berat
w = mg, namun dengan cepat posisi gaya normal akan bergeser seiring dengan tepat mulai bergesernya benda.

Selanjutnya...

Melukiskan Resultan Gaya

Gaya, demikian pula percepatan adalah besaran vektor, sehingga jika beberapa buah gaya bekerja pada sebuah benda, maka gaya total yang bekerja pada benda itu merupakan jumlah vektor dari gaya-gaya tersebut yang biasa disebut dengan resultan gaya ( R atau FR). Bila gaya- gaya bekerja pada benda mempunyai arah yang sama (berarti masing-masing gaya saling membentuk sudut 37°) maka resultan gaya dapat ditentukan dengan menjumlahkan gaya-gaya tersebut secara aljabar

Bila gaya- gaya bekerja pada benda berlawanan arah ( berarti masing-masing gaya saling membentuk sudut 180°) maka resultan gaya dapat ditentukan dengan mengurangkan gaya-gaya tersebut secara aljabar. Persamaan resultan yang dimaksud dapat dituliskan sebagai berikut.

R = F1 - F2

Secara umum resultan dari dua buah gaya yang bekerja pada suatu benda dengan a merupakan sudut antara kedua gaya tersebut dapat ditentukan melalui persamaan berikut ini. Persamaan ini sering disebut dengan resultan jajaran genjang.
Selanjutnya...

Pengertian Gaya

Gaya merupakan salah satu konsep fisika yang sangat abstrak. Gaya dapat berupa
dorongan atau tarikan yang bekerja pada sebuah benda. Sebagai contoh mobil dapat bergerak karena didorong oleh gaya mesin, namun bila mobil mogok dan memerlukan orang yang mendorong mobil mogok itu, dikatakan orang memberikan gaya dorong yang bersumber dari tenaga ototnya.
Gaya dapat diartikan juga sebagai interaksi antara sebuah benda dengan lingkungannya.

Secara umum gaya dapat ditimbulkan oleh listrik, magnet, elektromagnet, otot, gravitasi, gesekan, fluida, pegas, partikel inti atom, dan sebagainya. Sehingga kita mengenal gaya listrik, gaya magnet, gaya elektromagnet, gaya otot, gaya tegangan tali, gaya gesekan, gaya pegas, gaya apung/Archimedes, gaya inti, dan sebagainya. Pada gaya pegas dapat membuat getaran beban yang dipasang di ujungnya apabila beban tersebut di tarik atau diberi simpangan maksimum kemudian dilepas. Gerakan beban yang demikian itu disebut getaran harmonik.

Kita mengenal dua bentuk gaya, yaitu gaya tarik dan gaya tolak. Gaya gravitasi antara
dua buah benda yang bermassa m dan M hanya akan menghasilkan gaya tarik saja,
tidak menghasilkan gaya tolak. Sedangkan gaya listrik/gaya coulomb antara dua benda
bermuatan listrik yang terpisah pada jarak tertentu dapat menghasilkan gaya tarikmenarik
atau gaya tolak-menolak bergantung pada jenis muatan listrik masing-masing benda.
Prinsip gaya tarik menarik dipenuhi jika muatan masing-masing benda tidak sejenis, dan gaya tolak menolak terjadi bila muatan listrik kedua benda
sejenis.

Interaksi gaya listrik antara dua buah benda masih dapat terjadi manakala benda-benda tersebut masih berada di dalam medan listrik. Di dalam ruang yang masih wilayah medan listrik tersebut masih terdapat garis-garis medan listrik, yaitu garis-garis khayal untuk
menggambarkan medan listrik.
Selanjutnya...