14 February 2013

CARA MEMISAHKAN CAMPURAN

Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat penyusunnya, antara lain: Wujud zat, ukuran partikel, titik didih, titik leleh, kelas atom, sifat magnetik dan lain-lain.

Pemisahan Campuran dengan Penyaringan (Filtrasi)
Pemisahan campuran dengan penyaringan di dasarkan pada perbedaan ukuran partikel-partikel zat penyusunnya. Sehingga bila disaring partikelnya yang ukurannya lebih kecil lolos dan partikel yang ukurannya lebih besar akan tertahan pada saringan.

Cara pemisahan dengan penyaringan ini dapat dipakai untuk memisahkan padatan yang memiliki ukuran berbeda atau memisahkan padatan dengan cairan. Pemilihan ukuran sebagai alat penyaring disesuaian dengan ukuran zat-zat yang akan di pisahkan. Misalnya memisahkan kotoran yang larut dalam air dengan kertas saring, sebab kertas saring memiliki pori-pori yang masih dapat dilalui partikel-partikel air, tetapi tidak dapat dilalui kotoran sebab ukurannya lebih besar daripada ukuran pori-pori kertas saring. Air yang dapat melalui pori-pori kertas saring di sebut filtrat sedangkan kotoran yang tertahan pada kertas saring disebut residu.

Pemisahan Campuran dengan Distilasi (Penyulingan)
Pemisahan campuran dengan distilasi didasarkan pada perbedaan titik didih zat yang bercampur. Cara ini dapat dipakai untuk memisahkan campuran dari dua cairan yang berbeda titik didihnya, misalnya campuran air teh. Semakin jauh titik didihnya maka semakin mudah campuran tersebut dipisahkan. Pemisahan dengan distilasi juga dapat dipakai untuk memisahkan air kotor oleh zat padat sehingga akan didapat air murni. Air dan garam (air laut) juga dapat dipisahkan dengan distilasi, larutan dipanaskan pada suhu 100o C.

Pada suhu tersebut air akan menguap sedangkan garam akan tertinggal sebab titik didihnya masih jauh dari titih didih air yaitu 1467 0C, uap air kemudian dilewatkan pada kondensor (pendingin) sehingga mengembun menjadi tetes-tetes air yang ditampung pada wadah (penampungan distilat) yang disebut akuades (air suling). Jika air suling di di distilasi lagi maka distilatnya disebut akuabides yang dipakai sebagai pelarut cairan infus. Pada dasarnya pemisahan larutan dengan cara destilasi mencakup dua tahapan proses yaitu pendidihan dan pengembunan.

Pemisahan Campuran dengan Penguapan (Kristalisasi)
Pemisahan secara kristalisasi di lakukan untuk memisahkan zat padat dari pelarutnya, dengan jalan menguapkan pelarutnya. Zat padat tersebut dalam keadaan lewat jenuh akan menghasilkan kristal. Hal ini dimanfaatkan oleh petani garam dalam mengolah garam dari air laut, yaitu air laut dialirkan ketambak-tambak dan dibiarkan menguap karena pemanasan sinar matahari, sehingga air laut akan semakin pekat dan setelah jenuh akan terbentuk kristal garam.

Pemisahan Campuran dengan Sublimasi
Pemisahan campuran secara sublimasi adalah metode pemisahan campuran sesama zat
padat berdasarkan perubahan wujud zat. Zat padat yang dapat menyublim (berubah dari padat ke gas atau sebaliknya) dapat dipisahkan dari campurannya. Misalnya: kapur barus, iodium, kafein dan sebagainya

Pemisahan Campuran dengan Kromatografi
Pemisahan campuran kromatografi di dasarkan pada perbedaan kecepatan merambat atau meresap antara partikel yang bercampur pada medium tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari pemisahan dengan kromatografi dapat kita temui pada perembesan air pada dinding yang menghasilkan garis-garis dengan jarak tertentu. Kromatografi dapat berfungsi sebagai;
1. Menguji apakah bahan pewarna pada makanan aman untuk di konsumsi.
2. Menguji tinta yang di gunakan pada dokumen seperti surat perjanjian, cek, atau giro asli atau palsu.
3. Menguji urine atlit apakah ada obat terlarang (dopping).
4. Menguji apakah ada penyalahgunaan narkoba pada urine seseorang.
5. Menguji apakah pestisida yang terdapat pada buah-buahan dan sayuran masih dalam batas aman.

Pemisahan campuran dengan ektrasi (penyaringan)
Pemisahan campuran dengan metode ektrasi terjadi atas dasar perbedaan kelarutan zat terlarut di dalam pelarut yang berbeda. Ektrasi sering dilakukan untuk mengambil sari suatu tumbuhan, misalnya menyeduh teh atau kopi dengan air panas, dalam hal ini air panas bertindak sebagai pelarut sedangkan teh dan kopi bertindak sebagai terlarut.

Pelarut akan mengambil (mengekstrak) zat terlarut yang ada pada bubuk teh atau kopi. Bubuk teh atau kopi yang telah kehilangan sari (kafein) di buang sebagai residu (ampas).
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 comments: on "CARA MEMISAHKAN CAMPURAN"

Post a Comment