Ikatan antar partikel zat tidak hanya terjadi pada zat yang sama. Tetapi dapat juga terjadi pada dua zat yang berbeda. Ikatan yang terjadi merupakan gaya tarik-menarik antar partikel. Gaya tarik antar partikel dibedakan menjadi dua, yaitu gaya kohesi dan gaya adhesi.
Gaya adhesi adalah gaya tarik-menarik dua partikel atau lebih dari partikel yang tidak sejenis. Mengakibatkan sebuah zat dapat menempel pada zat yang lain (tetapi bukan gaya magnet atau gaya tarik grafitasi bumi).
Contoh:
Cat dapat menempel pada tembok, kapur dapat menempel pada papan tulis.
Gaya kohesi adalah gaya tarikmenarik dua partikel atau lebih dari partikel yang sejenis. Mengakibatkan sebuah zat tidak dapat menempel pada zat yang lain.
Contoh:
Air tidak dapat menempel pada daun talas.
Gaya adhesi dan kohesi dapat menyebabkan beberapa bentuk permukaan zat cair berbeda-beda. Ada yang berbentuk cembung dan ada yang berbentuk cekung, yang disebut dengan miniskus. Miniskus cembung terjadi apabila zat cair tidak membasahi dinding. Sedangkan miniskus cekung terjadi apabila zat cair dapat membasahi dinding.
Selain mengakibatkan bentuk permukaan zat (miniskus) cair berbeda-beda. Gaya adhesi dan kohesi juga mengakibatkan adanya gejala kapilaritas dan tegangan permukaan.
Kapilaritas adalah gejala naik atau turunnya permukaan zat cair pada pipa kapiler (pembuluh yang sempit). Sedangkan tegangan permukaan diakibatkan oleh adanya gaya tarik partikel pada permukaan zat cair lebih besar dibanding dengan gaya tarik-menarik antara partikel air dengan partikel udara.
0 comments: on "PENGERTIAN KOHESI DAN ADHESI"
Post a Comment