Benda dibagi secara terus menerus akan didapat bagian yang paling
kecil dari benda tersebut. Bagian terkecil dari suatu benda yang masih
mempunyai sifat seperti benda asalnya disebut molekul. Bagian yang
paling kecil pada suatu benda sering juga disebut partikel.
Untuk
memudahkan pemahaman, partikel dianggap seperti bola-bola kecil.
Partikel pada benda mengadakan ikatan dengan partikel lainnya.
Partikel pada suatu benda apabila diberi kalor akan bergetar. Semakin
banyak kalor yang diberikan maka getarannya semakin besar sehingga
ikatannya dapat menjadi longgar. Kalor pada benda tersebut diambil maka
getarannya cenderung berkurang. Sehingga ikatannya semakin kuat atau
letaknya semakin berdekatan. Bentuk partikel pada benda padat, cair dan
gas dapat digambarkan sebagai berikut:
Partikel pada zat
padat, karena bentuknya padat maka ikatan antar partikelnya sangat rapat
dan kuat. Ikatan yang kuat menyebabkan parti-kelnya tidak bebas
bergerak, hanya bergetar. Sehingga volume dan bentuknya selalu tetap.
Partikel pada zat cair, volume zat cair adalah tetap sedangkan bentuk
zat cair tidak tetap tergantung tempatnya. Menunjukkan ikatan
partikelnya tidak terlalu kuat dan jarak antar partikelnya renggang.
Partikel pada gas, volume gas dan bentuk gas tergan-tung pada tempatnya.
Artinya apabila sebuah gas berada di suatu ruangan maka partikel gas
akan memenuhi seluruh ruangan. Menunjukkan ikatannya sangat longgar dan
bebas bergerak.
0 comments: on "TEORI PARTIKEL PADA WUJUD ZAT"
Post a Comment