11 February 2013

TEORI PARTIKEL PADA WUJUD ZAT

Benda dibagi secara terus menerus akan didapat bagian yang paling kecil dari benda tersebut. Bagian terkecil dari suatu benda yang masih mempunyai sifat seperti benda asalnya disebut molekul. Bagian yang paling kecil pada suatu benda sering juga disebut partikel.

Untuk memudahkan pemahaman, partikel dianggap seperti bola-bola kecil. Partikel pada benda mengadakan ikatan dengan partikel lainnya.

Partikel pada suatu benda apabila diberi kalor akan bergetar. Semakin banyak kalor yang diberikan maka getarannya semakin besar sehingga ikatannya dapat menjadi longgar. Kalor pada benda tersebut diambil maka getarannya cenderung berkurang. Sehingga ikatannya semakin kuat atau letaknya semakin berdekatan. Bentuk partikel pada benda padat, cair dan gas dapat digambarkan sebagai berikut:

Partikel pada zat padat, karena bentuknya padat maka ikatan antar partikelnya sangat rapat dan kuat. Ikatan yang kuat menyebabkan parti-kelnya tidak bebas bergerak, hanya bergetar. Sehingga volume dan bentuknya selalu tetap.

Partikel pada zat cair, volume zat cair adalah tetap sedangkan bentuk zat cair tidak tetap tergantung  tempatnya. Menunjukkan ikatan partikelnya tidak terlalu kuat dan jarak antar partikelnya renggang.

Partikel pada gas, volume gas dan bentuk gas tergan-tung pada tempatnya. Artinya apabila sebuah gas berada di suatu ruangan maka partikel gas akan memenuhi seluruh ruangan. Menunjukkan ikatannya sangat longgar dan bebas bergerak.
Digg Google Bookmarks reddit Mixx StumbleUpon Technorati Yahoo! Buzz DesignFloat Delicious BlinkList Furl

0 comments: on "TEORI PARTIKEL PADA WUJUD ZAT"

Post a Comment