Bentuk zat suatu benda keadaannya tidak selalu tetap. Artinya benda padat tidak selamanya menjadi padat. Apabila benda tersebut mendapat pengaruh dari luar maka bentuknya dapat berubah. Di
dalam sains perubahan bentuk zat dibedakan menjadi dua, yaitu: perubahan kimia dan perubahan fisika.
Perubahan kimia adalah perubahan yang akan menghasilkan zat jenis baru dan proses perubahannya tidak dapat dibalik. Termasuk perubahan kimia antara lain:
a. Pernapasan (pengambilan oksigen menghasilkan karbon dioksida).
b. Pembakaran (pembakaran kayu menjadi arang, asap dan api).
c. Perkaratan besi (besi menjadi karat besi).
d. Peragian tempe (kedelai dan ragi menghasilkan tempe).
e. Pembusukan (susu dan bakteri menghasilkan susu masam).
Semua proses yang terjadi di atas tidak dapat dibalik.
Misalnya:
1) Karbon dioksida tidak dapat dimasukkan ke tubuh agar menjadi oksigen.
2) Asap, api dan arang tidak dapat dikembalikan menjadi kayu.
Perubahan fisika adalah perubahan yang tidak menghasilkan zat jenis baru dan proses perubahannya dapat dibalik.
Misalnya:
a. Air (cair) dipanaskan menjadi uap air (gas) unsurnya tetap sama (H2O) dan prosesnya dapat dibalik. Artinya uap air didinginkan dapat menjadi air kembali.
b. Es (padat) dipanaskan menjadi air (cair) unsurnya tetap sama (H2O) dan prosesnya dapat dibalik dengan mendinginkan air akan berubah menjadi es.
Proses perubahan wujud yang memerlukan kalor:
1. Mencair adalah proses perubahan wujud dari padat menjadi cair.
2. Menguap adalah proses perubahan wujud dari cair menjadi gas.
3. Menyublim/melenyap adalah proses perubahan wujud dari padat menjadi gas.
Proses perubahan wujud yang melepaskan kalor adalah:
1. Membeku adalah proses perubahan wujud dari cair menjadi padat.
2. Mengembun adalah proses perubahan wujud dari gas menjadi cair.
3. Menyublim adalah proses perubahan wujud dari gas menjadi padat.
0 comments: on "PERUBAHAN WUJUD ZAT"
Post a Comment